admin.satu

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) kembali menyelenggarakan webinar dengan tema “Peran Teknologi Pemetaan Laut Dalam untuk Mendukung Program Batimetri Nasional, Utilitas Bawah Laut dan Ekstensi Landas Kontinen Indonesia” pada Selasa, 31 Agustus 2021 melalui Zoom Meeting bit.ly/WebinarBalaiTeksurla dan Youtube BarunajayaBPPT.

Dalam webinar tersebut, dihadirkan beberapa narasumber dari berbagai institusi dan kementerian yang menjadi ahli dalam bidangnya, yaitu Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL, Laksamana Madya Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P; Direktur Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Ir. Anang Achmad Latif, M.Sc..; Kepala  Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai Badan Informasi Geospasial (BIG), Ir. Yosef Dwi Sigit Purnomo, M.Si.; Direktur Kenavigasian Kemenhub RI, Ir. Hengki Angkasawan (yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Penataan Alur dan Perlintasan Ir. Zahara Saputra).; serta Perekayasa Ahli Madya BPPT, Ir. Muhammad Irfan, M.Eng. Tak ketinggalan pula keynote speaker luar biasa, yaitu Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. IPU dan Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc.

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2021, Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyelenggarakan webinar “Siapkan Diri Meraih Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Melalui Pembangunan Zona Integritas” melalui media zoom meeting. Acara ini dibuka oleh Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ir. Yudi Anantasena, M.Sc., IPU, setelah paparan mengenai laporan pelaksanaan kegiatan webinar ini oleh Kepala Balai Teksurla, Djoko Nugroho, S.T, M.T., IPU. Acara ini turut dihadiri 156 peserta yang berasal dari lintas unit kerja di lingkungan BPPT.

Dalam rangka pembangunan sistem deteksi Tsunami dengan Buoy diperlukan serangkaian kegiatan teknis dan uji coba sebelum buoy dipasang secara permanen di lokasi pendeteksian. Setelah pemasangan/deployment buoy, tahap selanjutnya yaitu maintenance buoy, hal ini diperlukan untuk memastikan sistem pendeteksian tsunami berjalan dengan lancar. Pada tahun 2020, telah berhasil men-deploy 5 buah buoy tsunami (selat Sunda, Cilacap, Malang, dan Bali), 1 buah buoy Gunung Anak Krakatau (GAK).

Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) sedang melaksanakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Papua Utara (Patara) phase 2. Survei ini merupakan kerjasama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Teksurla dan PT Telkominfra. Survei SKKL Patara terbagi menjadi 2, yaitu inshore dan offshore. Survei Offshore dilakukan sejauh kurang lebih 1200 km, yang menghubungkan Beach Man Hole (BMH) Waisai - Branching Unit (BU) Sarmi, BMH Manokwari - BU Manokwari dan BMH Supiori - BU Supiori (Biak).

Senin, 21 Juni 2021 16:44

Standar Layanan Publik Balai Teksurla

Standar Layanan Publik Balai Teksurla dapat diunduh  di sini

Senin, 21 Juni 2021 16:42

Maklumat Pelayanan Balai Teksurla

 

Berikut merupakan Maklumat Pelayanan Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT

 

Indeks Kepuasan Masyarakat Balai Teksurla Tahun 2019 dapat diunduh di sini

Indeks Kepuasan Masyarakat Balai Teksurla Tahun 2020 dapat diunduh di sini

 

Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyelenggarakan rangkaian HUT 32 tahun Baruna Jaya BPPT secara luring maupun daring pada Rabu, 9 Juni 2021 bertempat di Ruang Solid, Smart, Speed Gedung BJ Habibie Lantai 3. Rangkaian acara tersebut terdiri dari deklarasi pakta integritas Balai Teksurla dalam Pembangunan Zona Integritas dan peluncuran buku “3 Dekade Baruna Jaya” yang dibuka langsung oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.

 

Acara HUT 32 tahun Baruna Jaya BPPT menjadi semakin mengharukan karena dihadiri oleh founding fathers Baruna Jaya – BPPT yaitu Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc. Selain itu, nampak juga beberapa tokoh pejabat terdahulu Balai Teksurla yang turut hadir, seperti Dipl. Ing. Basrie M. Ganie, M.Sc, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc., Deputi TPSA BPPT Ir. Yudi Anantasena, M.Sc., Deputi TIRBR BPPT Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, M.Sc., Kepala Inspektorat BPPT Ir. Makmuri, M.M., Direktur PTPSW BPPT Dr. Agustan, S.T., M.Sc., Kepala BBTMC BPPT Jon Arifian, S.Si., M.Si., serta alumni Balai Teksurla lain seperti Ir. Anny Kustantiny, M.Bus., Drs. Sutedjo, Slamet Sudarto, M. Firdaus Manti, Bambang Herunadi, dan lain – lain.

 

Deklarasi Pakta Integritas

HUT 32 tahun Baruna Jaya BPPT menjadi cambuk bagi Balai Teksurla untuk mempertahankan komitmennya yaitu Your Leading Partner in Marine Survey di Indonesia. Maka dari itu, penandatanganan dan deklarasi Pakta Integritas dilakukan oleh seluruh lapisan pegawai Balai Teksurla yang meliputi berbagai jabatan struktural maupun fungsional seperti Peneliti, Perekayasa, Arsiparis, Litkayasa, Jabatan Pelaksana dan PPNPM sebagai sebuah bukti integritas.

Dalam mendongkrak pembangunan zona integritas Balai Teksurla, telah disusun 6 komponen pengungkit yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Peluncuran Buku “3 Dekade Baruna Jaya”

Menurut Kepala Balai Teksurla, Djoko Nugroho S.T., M.T., IPU., peluncuran buku “3 Dekade Baruna Jaya” menjadi sebuah bagian dari akuntabilitas organisasi. Buku “3 Dekade Baruna Jaya” menjadi sebuah rekaman sejarah sekaligus bukti preatasi yang telah diukir oleh Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT sejak KR Baruna Jaya tiba di Indonesia pada 1989 lalu. “Mengabdi untuk Kejayaan Maritim NKRI” merupakan kata yang tepat untuk merepresentasikan kiprah Balai Teknologi Survei Kelautan selama 32 tahun terakhir. Secara detil, buku ini berisi sejarah serta dokumentasi kegiatan pelaksanaan riset, observasi, inovasi dan layanan teknologi serta bakti teknologi survei kelautan baik yang berskala nasional maupun internasional yang dimulai dari tahun 1989 hingga 2021.

Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., menyatakan bahwa BPPT dikenal masyarakat karena 2 hal, yang pertama adalah Baruna Jaya dan modifikasi cuaca. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena peran serta bakti teknologi yang telah dilakukan selama 32 tahun terakhir untuk Indonesia. Misalnya saja, KR Baruna Jaya I berhasil menemukan black box pesawat terbang Lion Air JT61 di perairan Tanjung Karawang pada 2018 silam. Oleh karena itu, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. melanjutkan, Baruna Jaya menjadi satuan unit kerja yang terkuat dan utama dalam survei kelautan di Indonesia.

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami