baruna jaya

(Jakarta, 16/6) Balai Teknologi Survei Kelautan – BPPT melepas Kapal Riset Baruna Jaya III pada Selasa, 16 Juni 2020 di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta dalam rangka “Survei Deployment Buoy Gunung Anak Krakatau dan Recovery Buoy G3 Indonesia Tsunami Early Warning System” di selatan Pulau Jawa.

Pelepasan KR Baruna Jaya III tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA, Ir. Yudi Anantasena, M.Sc selaku penanggung jawab Program Penugasan Nasional Ina-TEWS BPPT, dan dihadiri oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TIRBR, Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, MSc., Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, Dr. M. Ilyas, ST, M.Sc., serta jajaran Troika Ina-TEWS BPPT dan manajemen Balai Teknologi Survei Kelautan.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang TPSA mengatakan bahwa pemasangan buoy kali ini merupakan pemasangan yang pertama kali pada tahun 2020. Diharapkan jika program Ina-TEWS akan terus berjalan mengingat kegiatan tersebut merupakan penugasan nasional dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, Deputi Bidang TPSA BPPT juga berpesan agar tim survei InaTEWS KR BJ III dalam bekerja mengutamakan keselamatan dan kesehatan, terutama selama proses pemasangan bouy Ina-TEWS ini. Sebelumnya, seluruh personil survei Ina-TEWS yang berjumlah 47 orang telah dilakukan swab tes pada 12 Juni 2020 dan dengan hasil negatif Covid-19 pada 15 Juni 2020, selanjutnya masuk ke kapal KR BJ III untuk diberangkat pada hari ini.

Survei Deployment Buoy GAK dan Recovery Buoy G3 Ina-TEWS di selatan Pulau Jawa ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni – 4 Juli 2020 mendatang. Tujuannya adalah pemasangan 1 buah buoy Gunung Anak Krakatau (GAK) dan melakukan recovery terhadap 4 buah buoy tsunami yang sudah terpasang sebelumnya. Dalam survei tersebut, KR Baruna Jaya III dilengkapi dengan peralatan pendukung  berupa C-Nav 2000 DGPS, F180 Coda Octopus, Hypack Software and dongle, CTD Rinko, SV Real Time, GPS Handheld, Deck Unit, Rubberboad, Surface Buoy dan OBU, dan lain-lain.

Survei Deployment Buoy GAK dan Recovery Buoy G3 Ina-TEWS merupakan upaya Pemerintah Indonesia sebagai negara yang tanggap bencana untuk mengurangi kerugian jiwa maupun harta jika tsunami terjadi. Maka, diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya nelayan untuk dapat berperan aktif menjaga fasilitas negara dengan memelihara dan tidak melakukan vandalisme terhadap buoy yang telah terpasang.

Pada Selasa (25/2) Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, M. Ilyas, secara resmi membuka “Pelatihan Hidro-Oseanografi” di Ruang Rapat Balai Teksurla, Lantai 12 Gedung 2 BPPT, Jakarta. Dalam sambutannya, kepala Balai Teksurla mengungkapkan jika Pelatihan Hidro-Oseanografi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi bangsa dalam ilmu kelautan agar dapat bersaing secara internasional.

Jakarta - Selasa (12/11), Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT menggelar pelepasan KR Baruna Jaya I dalam rangka Survei Observasi Laut dan Atmosfer Ina-Prima 2019. Acara tersebut dilaksanakkan di Lounge Room KR Baruna Jaya I, Muara Baru, Jakarta. Acara tersebut dihadiri sekaligus dilepas oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Dr. Urip Haryoko. Turut hadir juga Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, Ka. Sub Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Maritim, Bagus Pramujo, Ka. Stasiun Meteorologi maritim Priok, Sugarin, Kasie Observasi Meteorologi Maritim Priok, Iswanto, Ka Sub. Bag. Tata Usaha Balai Teksurla, Suyatmin, Kasie. Sarana dan Prasarana Balai Teksurla, Ikhsan Budi Wahyono serta  14 personil survei dari BMKG.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Teknologi Survei Kelautan menyelenggarakan “Pemaparan dan Penyerahan Hasil Survei Bathimetri Survei Landas Kontinen Indonesia (LKI) di Utara Papua” pada Selasa 29 Oktober 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Penyerahan laporan hasil survei bathimetri secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc kepada Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc.

Kepulauan Indonesia dicirikan sebagai wilayah yang memiliki suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)) paling hangat di dunia dan merupakan wilayah utama sistem perubahan iklim.  Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pola SST di Laut Indonesia sangat dipengaruhi oleh pencampuran vertikal yang diinduksi pasang-surut (selanjutnya disebut "Tidal Mixing"). Peran lain dari pencampuran pasang surut adalah mengubah karakter Indonesian Throughflow (ITF). Pencampuran pasang surut di Laut Indonesia sangat penting untuk prediksi sirkulasi lautan skala besar serta sirkulasi atmosfer global. Di Laut Indonesia, pengukuran mikrostruktur hampir tidak dilakukan sehingga distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut menjadi tidak pasti.

Dalam dunia pertambangan, pembuangan limbah harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.  Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur.  PT Cahaya Mining Services (CMS) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan harus melakukan pengelolaan limbah pertambangan (tailing) agar tidak membahayakan lingkungan. Untuk itu diperlukan survei Environmental Baseline Assesment (EBA) untuk mengetahui karakteristik perairan di rencana lokasi pembuangan limbah.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah Republik Indonesia akan melaksanakan kegiatan Survei Landas Kontinen di Wilayah Utara Papua. Pelaksanaan tersebut akan diserahkan kepada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) melalui unit teknis Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) sebagai pelaksana kegiatan.

Jumat, 14 Juni 2019 10:44

PP Tarif Balai Teksurla

PP Tarif Pelayanan Jasa Balai Teksurla dapat diunduh di sini

Oleh

Dimas Rizqi Dwaiji1, Danar Guruh Pratomo2, Khomsin3, dan Dwi Haryanto4.

1,2,3 Teknik Geomatika - Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian -ITS

4 Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT

 

Abstrak

Potensi perikanan di Indonesia terdiri dari beberapa jenis, umumnya berupa ikan karang, pelagis besar dan kecil, lobster, udang, dan demersal. Salah satu cara mengoptimalisasi potensi jenis-jenis potensi perikanan tersebut adalah dengan mencari habitat ikan. Habitat ikan ini selanjutnya dapat digunakan sebagai daerah penangkapan ikan. Pada penelitian kali ini, habitat ikan demersal dicari berdasarkan preferensi ikan demersal. Adapaun jenis-jenis ikan demersal yang dicari habitatnya adalah ikan Petek, Beloso, Peperek, Kakap Merah, Kurisi, Kakap Putih, Lencam, dan Kuwe. Berdasarkan preferensi ikan demersal yang hidup di dasar laut dengan jenis sedimen tertentu, pendekatan secara akustik digunakan untuk menentukan kedalaman dan jenis sedimen yang menjadi  preferensi  beberapa  jenis  ikan  demersal.  Instrumen akustik yang digunakan pada penelitian kali ini adalah instrument Multibeam Echosounder (MBES). Data yang digunakan dari MBES adalah data batimetri dan hambur balik (backscatter strength). Data batimetri digunakan untuk mendapat nilai kedalaman dari lokasi penelitian, sedangkan data hambur balik diolah sehingga menghasilkan mosaik hambur balik dan angular response curve.

 

Angular response curve selanjutnya digunakan untuk klasifikasi jenis sedimen pada mosaik hambur balik, sehingga didapat jenis sedimen di area penelitian berupa lanau, lanau berpasir, pasir berlanau, dan pasir. Dilakukan pengirisan (intersection) dari data kedalaman dan persebaran sedimen berdasarkan preferensi kedalaman dan jenis sedimen ikan-ikan demersal. Area hasil irisan menunjukkan bahwa ikan Lutjanus campechanus (Kakap merah) memiliki habitat paling luas, yaitu 905.221,356 m2, sedangkan Lates calcarifer (Kakap putih) sebaliknya, yaitu 105.317,213 m2.

 

Kata kunci : Habitat, ikan demersal, hambur balik, batimetri

 

Setelah penandatanganan kontrak kerjasama pada 18 Maret 2019 lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui unit kerja Balai Teknologi Survei Kelautan melakukan upacara pelepasan KR Baruna Jaya I untuk memulai survei Landas Kontinen Ekstensi Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) di utara Papua.

Halaman 1 dari 8

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami