baruna jaya

Kamis, 25 Februari 2021, Kapal Baruna Jaya III bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta menuju lokasi survei di sekitar Perairan Nias, Enggano dan Selat Sunda. Misi Baruna Jaya III pada survei kali ini adalah memetakan dasar laut di sekitar Nias, Enggano, dan Selat Sunda, yang rencananya akan dijadikan lokasi pemasangan buoy tsunami dalam program Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS). Survei akan dilaksanakan selama 15 hari, yaitu tanggal 25 Februari sampai 11 Maret 2021 yang melibatkan 17 personil dan 22 kru kapal.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Teknologi Survei Kelautan hari ini (23/2) melepas Kapal Riset Baruna Jaya IV untuk melakukan pemasangan pendeteksi tsunami di perairan selatan Malang dan Banten. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 23 Februari hingga 22 Maret 2021 mendatang yang melibatkan 27 personil scientis dan 21 awak kapal. 

(Jakarta, 16/6) Balai Teknologi Survei Kelautan – BPPT melepas Kapal Riset Baruna Jaya III pada Selasa, 16 Juni 2020 di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta dalam rangka “Survei Deployment Buoy Gunung Anak Krakatau dan Recovery Buoy G3 Indonesia Tsunami Early Warning System” di selatan Pulau Jawa.

Pelepasan KR Baruna Jaya III tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA, Ir. Yudi Anantasena, M.Sc selaku penanggung jawab Program Penugasan Nasional Ina-TEWS BPPT, dan dihadiri oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TIRBR, Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, MSc., Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, Dr. M. Ilyas, ST, M.Sc., serta jajaran Troika Ina-TEWS BPPT dan manajemen Balai Teknologi Survei Kelautan.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang TPSA mengatakan bahwa pemasangan buoy kali ini merupakan pemasangan yang pertama kali pada tahun 2020. Diharapkan jika program Ina-TEWS akan terus berjalan mengingat kegiatan tersebut merupakan penugasan nasional dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, Deputi Bidang TPSA BPPT juga berpesan agar tim survei InaTEWS KR BJ III dalam bekerja mengutamakan keselamatan dan kesehatan, terutama selama proses pemasangan bouy Ina-TEWS ini. Sebelumnya, seluruh personil survei Ina-TEWS yang berjumlah 47 orang telah dilakukan swab tes pada 12 Juni 2020 dan dengan hasil negatif Covid-19 pada 15 Juni 2020, selanjutnya masuk ke kapal KR BJ III untuk diberangkat pada hari ini.

Survei Deployment Buoy GAK dan Recovery Buoy G3 Ina-TEWS di selatan Pulau Jawa ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni – 4 Juli 2020 mendatang. Tujuannya adalah pemasangan 1 buah buoy Gunung Anak Krakatau (GAK) dan melakukan recovery terhadap 4 buah buoy tsunami yang sudah terpasang sebelumnya. Dalam survei tersebut, KR Baruna Jaya III dilengkapi dengan peralatan pendukung  berupa C-Nav 2000 DGPS, F180 Coda Octopus, Hypack Software and dongle, CTD Rinko, SV Real Time, GPS Handheld, Deck Unit, Rubberboad, Surface Buoy dan OBU, dan lain-lain.

Survei Deployment Buoy GAK dan Recovery Buoy G3 Ina-TEWS merupakan upaya Pemerintah Indonesia sebagai negara yang tanggap bencana untuk mengurangi kerugian jiwa maupun harta jika tsunami terjadi. Maka, diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya nelayan untuk dapat berperan aktif menjaga fasilitas negara dengan memelihara dan tidak melakukan vandalisme terhadap buoy yang telah terpasang.

Pada Selasa (25/2) Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, M. Ilyas, secara resmi membuka “Pelatihan Hidro-Oseanografi” di Ruang Rapat Balai Teksurla, Lantai 12 Gedung 2 BPPT, Jakarta. Dalam sambutannya, kepala Balai Teksurla mengungkapkan jika Pelatihan Hidro-Oseanografi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi bangsa dalam ilmu kelautan agar dapat bersaing secara internasional.

Jakarta - Selasa (12/11), Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT menggelar pelepasan KR Baruna Jaya I dalam rangka Survei Observasi Laut dan Atmosfer Ina-Prima 2019. Acara tersebut dilaksanakkan di Lounge Room KR Baruna Jaya I, Muara Baru, Jakarta. Acara tersebut dihadiri sekaligus dilepas oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Dr. Urip Haryoko. Turut hadir juga Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, Ka. Sub Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Maritim, Bagus Pramujo, Ka. Stasiun Meteorologi maritim Priok, Sugarin, Kasie Observasi Meteorologi Maritim Priok, Iswanto, Ka Sub. Bag. Tata Usaha Balai Teksurla, Suyatmin, Kasie. Sarana dan Prasarana Balai Teksurla, Ikhsan Budi Wahyono serta  14 personil survei dari BMKG.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Teknologi Survei Kelautan menyelenggarakan “Pemaparan dan Penyerahan Hasil Survei Bathimetri Survei Landas Kontinen Indonesia (LKI) di Utara Papua” pada Selasa 29 Oktober 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Penyerahan laporan hasil survei bathimetri secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc kepada Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc.

Kepulauan Indonesia dicirikan sebagai wilayah yang memiliki suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)) paling hangat di dunia dan merupakan wilayah utama sistem perubahan iklim.  Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pola SST di Laut Indonesia sangat dipengaruhi oleh pencampuran vertikal yang diinduksi pasang-surut (selanjutnya disebut "Tidal Mixing"). Peran lain dari pencampuran pasang surut adalah mengubah karakter Indonesian Throughflow (ITF). Pencampuran pasang surut di Laut Indonesia sangat penting untuk prediksi sirkulasi lautan skala besar serta sirkulasi atmosfer global. Di Laut Indonesia, pengukuran mikrostruktur hampir tidak dilakukan sehingga distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut menjadi tidak pasti.

Dalam dunia pertambangan, pembuangan limbah harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.  Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur.  PT Cahaya Mining Services (CMS) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan harus melakukan pengelolaan limbah pertambangan (tailing) agar tidak membahayakan lingkungan. Untuk itu diperlukan survei Environmental Baseline Assesment (EBA) untuk mengetahui karakteristik perairan di rencana lokasi pembuangan limbah.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah Republik Indonesia akan melaksanakan kegiatan Survei Landas Kontinen di Wilayah Utara Papua. Pelaksanaan tersebut akan diserahkan kepada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) melalui unit teknis Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) sebagai pelaksana kegiatan.

Jumat, 14 Juni 2019 10:44

PP Tarif Balai Teksurla

PP Tarif Pelayanan Jasa Balai Teksurla dapat diunduh di sini

Halaman 1 dari 8

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami