admin.satu

Jakarta - Selasa (12/11), Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT menggelar pelepasan KR Baruna Jaya I dalam rangka Survei Observasi Laut dan Atmosfer Ina-Prima 2019. Acara tersebut dilaksanakkan di Lounge Room KR Baruna Jaya I, Muara Baru, Jakarta. Acara tersebut dihadiri sekaligus dilepas oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Dr. Urip Haryoko. Turut hadir juga Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, Ka. Sub Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Maritim, Bagus Pramujo, Ka. Stasiun Meteorologi maritim Priok, Sugarin, Kasie Observasi Meteorologi Maritim Priok, Iswanto, Ka Sub. Bag. Tata Usaha Balai Teksurla, Suyatmin, Kasie. Sarana dan Prasarana Balai Teksurla, Ikhsan Budi Wahyono serta  14 personil survei dari BMKG.

BMKG dan BPPT bekerjasama dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)-Amerika Serikat dalam Survei Data Oseanografi Indonesia PRIMA (Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis) dengan tema Observation to Understand the Complexity of Our Changing Oceans. Survei tersebut bertujuan untuk merawat RAMA buoy, melakukan pengamatan meteorologi maritim, oseanografi, klimatologi, kualitas udara, serta pengamatan udara atas.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Teknologi Survei Kelautan menyelenggarakan “Pemaparan dan Penyerahan Hasil Survei Bathimetri Survei Landas Kontinen Indonesia (LKI) di Utara Papua” pada Selasa 29 Oktober 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Penyerahan laporan hasil survei bathimetri secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc kepada Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc.

Acara tersebut dihadiri oleh kementerian dan lembaga lain yang terlibat dalam survei LKI, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, BIG, BPPT, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sekretariat Kabinet, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BMKG, LIPI, Pushidrosal TNI, ITS, UNDIP serta undangan lainnya.

Kerja sama swakelola antara BPPT dan BIG telah ditandatangani pada tanggal 18 Maret 2019 di BIG, Cibinong, Bogor. Kerja sama tersebut dalam rangka Survei Landas Kontinen Indonesia menggunakan wahana Kapal Riset Baruna Jaya I. Tujuannya adalah melakukan survei batimetri multibeam untuk mendapatkan gambaran morfologi dasar laut yang nantinya digunakan untuk penentuan titik-titik Foot of Slope (FOS) dalam rangka delimitasi batas terluar LKI di perairan utara Papua. Teknologi utama yang digunakan pada KR Baruna Jaya I adalah menggunakan alat Multibeam Echosounder Teledyne Hydrosweep DS, yakni alat untuk survei dan pemetaan Laut Dalam dengan kemampuan mencapai kedalaman 11.000 m. Dengan sistem Multibeam Echosounder tersebut, KR Baruna Jaya I berhasil mendapatkan model 3D morfologi dasar laut perairan di Utara Papua.

Dalam sambutannya, Kepala BPPT berharap agar kerja sama antar lembaga-lembaga negara tersebut dapat terus terjalin dengan harmonis sebagai wujud sikap nasionalisme dan cinta tanah air NKRI untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan mandiri.

Dalam dunia pertambangan, pembuangan limbah harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.  Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur.  PT Cahaya Mining Services (CMS) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan harus melakukan pengelolaan limbah pertambangan (tailing) agar tidak membahayakan lingkungan. Untuk itu diperlukan survei Environmental Baseline Assesment (EBA) untuk mengetahui karakteristik perairan di rencana lokasi pembuangan limbah.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah Republik Indonesia akan melaksanakan kegiatan Survei Landas Kontinen di Wilayah Utara Papua. Pelaksanaan tersebut akan diserahkan kepada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) melalui unit teknis Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) sebagai pelaksana kegiatan.

Balai Teksurla BPPT akan menyiapkan KR Baruna Jaya I untuk melaksanakan kegiatan survei pemetaan Landas Kontinen di perairan utara Papua. Survei pemetaan Landas Kontinen ini bertujuan untuk menyiapkan data primer batimetri untuk menentukan batas penambahan wilayah Landas Kontinen atau disebut Landas Kontinen Ekstensi (LKE) dengan metode FOS (foot of slope). Selain itu, survei ini juga untuk menyiapkan data primer batimetri untuk membuktikan bahwa daratan Papua itu menerus sampai ke Eauripik Rise di Samudera Pasifik yang sebagian besar sudah diusulkan sebagai penambahan Landas Kontinen dari masing-masing negara yang berbatasan di sekitar Eauripik Rise tersebut.

Jumat, 14 Juni 2019 10:44

PP Tarif Balai Teksurla

PP Tarif Pelayanan Jasa Balai Teksurla dapat diunduh di sini

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami