baruna jaya

Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT memprakarsai diskusi webinar bertajuk “EKSPLORASI MINERAL LAUT DALAM DI INDONESIA: POTENSI, KEBIJAKAN, TANTANGAN DAN TEKNOLOGI” pada tanggal 22 Juli 2021. Acara ini merupakan rangkaian acara menuju Ulang Tahun BPPT ke-43 yang jatuh pada tanggal 21 Agustus 2021.

Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT kembali memberikan pelayanan jasa survei pemetaan bawah laut untuk rencana pemasangan kabel optik bawah laut segmen utara Papua kepada PT. Telkom Infra melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP).

Rabu (21/4) lalu, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, telah bersurat kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, untuk mengirimkan tenaga ahlinya dalam operasi SAR Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 di perairan utara Bali.Kebutuhan tenaga ahli tersebut berkaca dari keberhasilan K.R. Baruna Jaya IV BPPT dan tenaga ahlinya, yang berhasil menemukan suspect kapal MV. Nur Allya di dasar laut pada kedalaman 540 meter, pada September 2020. Selain itu, BPPT pun berhasil mengidentifikasi KM. Sinar Bangun yang karam di Danau Toba pada 2018 silam.  

Kamis, 25 Februari 2021, Kapal Baruna Jaya III bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta menuju lokasi survei di sekitar Perairan Nias, Enggano dan Selat Sunda. Misi Baruna Jaya III pada survei kali ini adalah memetakan dasar laut di sekitar Nias, Enggano, dan Selat Sunda, yang rencananya akan dijadikan lokasi pemasangan buoy tsunami dalam program Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS). Survei akan dilaksanakan selama 15 hari, yaitu tanggal 25 Februari sampai 11 Maret 2021 yang melibatkan 17 personil dan 22 kru kapal.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Teknologi Survei Kelautan hari ini (23/2) melepas Kapal Riset Baruna Jaya IV untuk melakukan pemasangan pendeteksi tsunami di perairan selatan Malang dan Banten. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 23 Februari hingga 22 Maret 2021 mendatang yang melibatkan 27 personil scientis dan 21 awak kapal. 

(Jakarta, 16/6) Balai Teknologi Survei Kelautan – BPPT melepas Kapal Riset Baruna Jaya III pada Selasa, 16 Juni 2020 di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta dalam rangka “Survei Deployment Buoy Gunung Anak Krakatau dan Recovery Buoy G3 Indonesia Tsunami Early Warning System” di selatan Pulau Jawa.

Pada Selasa (25/2) Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, M. Ilyas, secara resmi membuka “Pelatihan Hidro-Oseanografi” di Ruang Rapat Balai Teksurla, Lantai 12 Gedung 2 BPPT, Jakarta. Dalam sambutannya, kepala Balai Teksurla mengungkapkan jika Pelatihan Hidro-Oseanografi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi bangsa dalam ilmu kelautan agar dapat bersaing secara internasional.

Jakarta - Selasa (12/11), Balai Teknologi Survei Kelautan-BPPT menggelar pelepasan KR Baruna Jaya I dalam rangka Survei Observasi Laut dan Atmosfer Ina-Prima 2019. Acara tersebut dilaksanakkan di Lounge Room KR Baruna Jaya I, Muara Baru, Jakarta. Acara tersebut dihadiri sekaligus dilepas oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Dr. Urip Haryoko. Turut hadir juga Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, Ka. Sub Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Maritim, Bagus Pramujo, Ka. Stasiun Meteorologi maritim Priok, Sugarin, Kasie Observasi Meteorologi Maritim Priok, Iswanto, Ka Sub. Bag. Tata Usaha Balai Teksurla, Suyatmin, Kasie. Sarana dan Prasarana Balai Teksurla, Ikhsan Budi Wahyono serta  14 personil survei dari BMKG.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Teknologi Survei Kelautan menyelenggarakan “Pemaparan dan Penyerahan Hasil Survei Bathimetri Survei Landas Kontinen Indonesia (LKI) di Utara Papua” pada Selasa 29 Oktober 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Penyerahan laporan hasil survei bathimetri secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BPPT, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc kepada Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc.

Kepulauan Indonesia dicirikan sebagai wilayah yang memiliki suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)) paling hangat di dunia dan merupakan wilayah utama sistem perubahan iklim.  Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pola SST di Laut Indonesia sangat dipengaruhi oleh pencampuran vertikal yang diinduksi pasang-surut (selanjutnya disebut "Tidal Mixing"). Peran lain dari pencampuran pasang surut adalah mengubah karakter Indonesian Throughflow (ITF). Pencampuran pasang surut di Laut Indonesia sangat penting untuk prediksi sirkulasi lautan skala besar serta sirkulasi atmosfer global. Di Laut Indonesia, pengukuran mikrostruktur hampir tidak dilakukan sehingga distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut menjadi tidak pasti.

Halaman 1 dari 8

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami