Written by  2015-02-10

Hasil Kegiatan Baruna Jaya I Dalam Pencarian Air Asia

(0 votes)

Pada hari Minggu tanggal 28 Desember 2014 telah terjadi kecelakaan pesawat Air Asia tujuan Surabaya - Singapura dengan nomor penerbangan QZ-8501. Pesawat hilang kontak di atas perairan selat Karimata. Diduga pesawat tersebut jatuh ke laut di atas perairan selat Karimata akibat gangguan cuaca buruk. Menurut keterangan beberapa saksi mata, pesawat sempat terlihat terbang rendah di atas permukaan laut di selat Karimata.

BASARNAS sebagai badan yang berwenang dalam melakukan pencarian terhadap kecelakaan di darat, laut dan udara telah melakukan upaya pencarian mengerahkan beberapa armada   kapal laut. Dalam pelaksanaannya BASARNAS bekerja sama dengan beberapa institusi seperti TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Departemen Perhubungan serta swasta. Di samping itu BASARNAS juga mendapat bantuan dari kapal perang beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika Serikat dalam upaya melakukan pencarian terhadap pesawat dan korban.

Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT sebagai salah satu institusi pemerintah yang memiliki pengalaman dalam hal pencarian pesawat atau kapal yang hilang di laut merasa terpanggil untuk memberikan bantuan untuk melakukan pencarian pesawat tersebut. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementrian Koordinator Maritim menawarkan bantuan kepada BASARNAS untuk melakukan pencarian pesawat tersebut dengan mengerahkan kapal Baruna Jaya 1. Akhirnya atas perintah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Baruna Jaya 1 ikut bergabung dalam operasi pencarian badan dan penumpang pesawat Air Asia QZ8501.

  1. Lokasi dan Waktu
    Lokasi pencarian badan dan penumpang pesawat Air Asia QZ-8501 adalah di sekitar perbatasan selat Karimata dan laut Jawa. BASARNAS telah membagi batas area pencarian seperti yang terlihat pada gambar berikut.

>

  1. Wahana dan Peralatan
    Wahana yang digunakan dalam kegiatan SAR Air Asia ini adalah Kapal Baruna Jaya I. Kapal Baruna Jaya I telah dilengkapi dengan beberapa peralatan untuk mendukung kegiatan SAR Air Asia. Peralatan itu antara lain adalah :
    a. Multibeam Echosounder
    b. Side Scan Sonar
    c. Magnetometer
    d. Remote Operated Vehicles (ROV)
    e. Pinger Locator
  2. Foto-Foto Kegiatan
    Instalasi Peralatan Side Scan Sonar
    Instalasi Peralatan Side Scan Sonar

    Pinger Locator
    Pinger Locator

    Verifikasi posisi Black Blox dengan Pinger Locator
    Verifikasi posisi Black Box dengan Pinger Locator

    Akusisi data multibeam echosounder
    Akuisisi Data Mutibeam Echosounder

     
  3. Hasil
    Pada tanggal 1 januari 2015, kapal Baruna Jaya 1 menemukan sesosok mayat  yang diduga adalah salah satu penumpang pesawat Air Asia QZ8501 di posisi 30 52.1072’ S 1100 35.1905’ E. Karena kapal Baruna Jaya 1 tidak dilengkapi dengan perlengkapan untuk mengevakuasi mayat seperti rubber boat dan kantong mayat maka kapal Baruna Jaya 1 hanya mengawasi posisi mayat tersebut hingga ada kapal yang melakukan evakuasi. Akhirnya mayat tersebut kemudian dievakuasi oleh KD. Hang Lekir, kapal perang Malaysia. 
    Selama kegiatan berlangsung, Kapal Baruna Jaya 1 telah berhasil melakukan hal-hal sebagai berikut :
    Menemukan satu mayat penumpang Air Asia QZ8501
    Menemukan suspect yang diduga merupakan debris pesawat Air Asia QZ8501
    Memverifikasi lokasi black box di posisi 30 37’ 21.1” S  1090 42’ 42.6” E
    Menemukan suspect badan pesawat Air Asia dengan dimensi 10 m x 4 m x 2.5 m di posisi 30 37’ 20.7” S  1090 42’ 43” E

     
Read 2884 times Last modified on Selasa, 07 Maret 2017 10:38

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami