Berita

Berita (51)

Jumat (2/3/2018), bertempat di Lounge Room Kapal Riset Baruna Jaya (K.R.BJ) IV, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla)-BPPT, Dr. M. Ilyas, melaksanakan penandatanganan kontrak kerjasama dengan PT. Perikanan Nusantara (Persero), yang diwakili langsung oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Umum, Ridwan Zachrie. Kerjasama ini berupa pelaksanaan kegiatan pemasangan mooring bouy Keramba Jaring Apung (KJA) di daerah Pangandaran.

Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc, mewakili kepala BPPT, menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan General Manager Delegate for International Affairs dari CREOCEAN Eric Dutrieux, Selasa (27/2/2018)

Dalam rangka pembekalan CPNS Balai Teksurla BPPT 2017, pada hari Rabu 14 Februari 2018, 5 orang CPNS Balai Teksurla BPPT berkunjung ke 3 kapal R.V. Baruna Jaya yaitu Baruna Jaya I,II, dan IV. Tujuan kunjungan CPNS Balai Teksurla 2017 ke kapal R.V. Baruna Jaya adalah untuk lebih mengenal secara langsung 4 kapal survei yang dimiliki BPPT. Acara diawali dengan kunjungan ke kapal Baruna Jaya I yang merupakan kapal spesialisasi untuk survei batimetri dan hidro-oseanografi.

Program kunjungan diawali dengan mengunjungi ruangan yang merupakan lounge bagi para crew dan scientist di kapal Baruna Jaya I. Setelah itu, para CPNS diberikan pengenalan alat-alat survei dan peralatan kontrol navigasi yang berada di bridge kapal. Selanjutnya para CPNS di bawa keruang akomodasi untuk crew dan scientist kapal Baruna Jaya I untuk lebih memperkenalkan CPNS tentang fasilitas akomodasi apa saja yang ada di kapal Baruna Jaya I. Selain itu, para CPNS juga mengunjungi Transceiver multibeam pada kapal Baruna Jaya I yang baru saja dipasang pada tahun 2017. Kamar mesin merupakan tempat terakhir yang dikunjungi di kapal Baruna Jaya I dimana permasalahan propulsi adalah salah satu permasalahan yang terjadi di kapal Baruna Jaya I penting dimana kecepatan kapal hanya 7 knot, sedangkan service speed yang harus dipenuhi adalah 12 knot. “Permasalahan kecepatan pada Kapal Baruna Jaya I ini adalah salah satu tantangan kepada para CPNS 2017, harus diadakan kajian secara akademis untuk meningkatkan kecepatan kapal Baruna Jaya I”, ungkap Dr. M.Ilyas Kepala Balai Teksurla BPPT.

Setelah berkunjung ke kapal Baruna Jaya I, para CPNS dibawa menuju kapal Baruna Jaya IV dimana kapal tersebut mempunyai perbedaan pada bagian buritan yang dimodifikasi untuk mengakomodasi kegiatan survei fish-stock assessment. Secara disain kapal Baruna Jaya IV mempunyai draft yang lebih pendek dari kapal Baruna Jaya lainnya , namun hal tersebut diakomodir dengan breadth yang lebih lebar untuk menjaga kestabilan kapal. Setelah mengunjungi kapal Baruna Jaya IV secara singkat, para CPNS berpindah ke kapal Baruna Jaya II untuk melihat peralatan survei seismik yang khusus hanya ada di Kapal Baruna Jaya II. Diharapkan dengan adanya kunjungan ke 3 Kapal Baruna Jaya, para CPNS dapat langsung mendapatkan gambaran untuk mengeluarkan ide-ide baru dalam upaya peningkatan performance dan kemampuan survei kapal Baruna Jaya.

Ditulis oleh : Dwitya Harits Waskito

 

 

 

Tanjung Tengah, Penajam. 9 Februari 2018. 

Air minum adalah kebutuhan dasar manusia. Sulitnya mendapatkan kualitas air layak minum bagi penduduk pesisir pantai, oleh karena itu pada tahun 2015 Balai Teknologi Survei Kelautan membeli Seperangkat Alat Penjernih Air dengan sistem Reverse Osmosis melalui program NSTP-Maritim sebagai bentuk pemberdayaan dan pengabdian masyarakat. Sejak pembelian hingga Februari 2018 Air Siap Minum (Arsinum) masih merupakan aset Balai Teksurla. Untuk mengoptimalkan operasional dan pemeliharaan alat ini, pada tanggal 9 Februari 2018 dijadikan momen serah terima Barang Milik Negara (BMN) berupa Arsinun di Kantor Kelurahan Karang Tengah. Acara dihadiri oleh Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Bapak KH. Alimudin, Prof.Dr. Wimpie Agoeng selaku Deputi TPSA-BPPT, Dr. M.Ilyas Kepala Balai Teknologi -BPPT, Ibu Andi sekretari umum kelurahan Karang Tengah dan Ibu Yuli Astuti perwakilan dari KPKNL Jakarta II.

Wimpie Agoeng dalam sambutannya mengatakan" arsinum diadakan dari dana pemerintah, arsinum adalah aset negara yang dalam penyerahannya perlu proses disetujui kementrian keuangan. Setelah secara dokumen resmi baru bisa diserahkan. hal ini yg menjadi latar belakang kita berkumpul dalam acara ini.Harapannya arsinum dapat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan air utk dikonsumsi masyarakat Pemkab Penajam Passer Utara. Arsinum ini memiliki kapasitas 5000 liter/hari yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi air warga di kelurahan Karang Tengah".

H. Alimudin juga menyampaikan dalam sambutannya yang mengharapkan penyerahan Alat juga tidak terlepas dari aspek 5Mnya,yakni Man, Money, Method, Machine, dan Market perlu dipikirkan agar Arsinum yang sudah diterima dapat bekerja optimal sesuai semangat dasar BPPT dalam perencanaan pengadaannya.

Acara diakhiri dengan peninjauan langsung kondisi fisik Alat penjernih Arsinum dan mencoba air hasil dari Alat penjernihan Arsinum.

 

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami