Artikel

Artikel (10)

Oleh

Dimas Rizqi Dwaiji1, Danar Guruh Pratomo2, Khomsin3, dan Dwi Haryanto4.

1,2,3 Teknik Geomatika - Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian -ITS

4 Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT

 

Abstrak

Potensi perikanan di Indonesia terdiri dari beberapa jenis, umumnya berupa ikan karang, pelagis besar dan kecil, lobster, udang, dan demersal. Salah satu cara mengoptimalisasi potensi jenis-jenis potensi perikanan tersebut adalah dengan mencari habitat ikan. Habitat ikan ini selanjutnya dapat digunakan sebagai daerah penangkapan ikan. Pada penelitian kali ini, habitat ikan demersal dicari berdasarkan preferensi ikan demersal. Adapaun jenis-jenis ikan demersal yang dicari habitatnya adalah ikan Petek, Beloso, Peperek, Kakap Merah, Kurisi, Kakap Putih, Lencam, dan Kuwe. Berdasarkan preferensi ikan demersal yang hidup di dasar laut dengan jenis sedimen tertentu, pendekatan secara akustik digunakan untuk menentukan kedalaman dan jenis sedimen yang menjadi  preferensi  beberapa  jenis  ikan  demersal.  Instrumen akustik yang digunakan pada penelitian kali ini adalah instrument Multibeam Echosounder (MBES). Data yang digunakan dari MBES adalah data batimetri dan hambur balik (backscatter strength). Data batimetri digunakan untuk mendapat nilai kedalaman dari lokasi penelitian, sedangkan data hambur balik diolah sehingga menghasilkan mosaik hambur balik dan angular response curve.

 

Angular response curve selanjutnya digunakan untuk klasifikasi jenis sedimen pada mosaik hambur balik, sehingga didapat jenis sedimen di area penelitian berupa lanau, lanau berpasir, pasir berlanau, dan pasir. Dilakukan pengirisan (intersection) dari data kedalaman dan persebaran sedimen berdasarkan preferensi kedalaman dan jenis sedimen ikan-ikan demersal. Area hasil irisan menunjukkan bahwa ikan Lutjanus campechanus (Kakap merah) memiliki habitat paling luas, yaitu 905.221,356 m2, sedangkan Lates calcarifer (Kakap putih) sebaliknya, yaitu 105.317,213 m2.

 

Kata kunci : Habitat, ikan demersal, hambur balik, batimetri

 

Oleh

Dwi Haryanto, ST, MT

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah meningkatkan kemampuan Kapal Riset (K.R.) Baruna Jaya I menjadi kapal survei yang disiapkan khusus untuk hidro-oseanografi dan suvei batimetri laut dangkal hingga laut dalam.

Oleh :

Annisa Nurul Aini1, Rahadian2 dan Sutrisno3

1Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

2Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 3Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

 

ABSTRAK

Metode seismik refleksi memiliki tujuan utama yaitu memberikan informasi mengenai geologi bawah permukaan. Tujuan dari pengolahan data seismik adalah mengubah (memproses) data seismik lapangan menjadi penampang seismik. Data seismik lapangan adalah data mentah yang masih dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak mencerminkan kondisi bawah permukaan. Data yang digunakan dalam penelitian  ini adalah data sekunder dari BPPT pada  tahun 2009 pada daerah “Z” line 5 dan diolah menggunakan Software Promax 5000.0.1.0. Salah satu langkah penting dalam pengolahan data seismik adalah analisis  kecepatan atau  velocity analysis  yang pada pengolahan data seismik tahap ini merupakan tahap processing  dan  quality control. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai kecepatan yang akurat untuk memperoleh hasil  stacking  yang tepat. Nilai kecepatan yang tepat diperoleh setelah melakukan analisis kecepatan ketiga. Tabel hasil kecepatan menunjukkan pada CDP 241 time 1000 ms kecepatannya berkisar 2012,4 m/s. Hasil  stacking  pada analisis kecepatan ketiga memperlihatkan even reflektor yang lebih jelas dibandingkan dengan hasil  stacking  analisis kecepatan sebelumnya.

 

Kata Kunci: velocity analysis, CDP, stacking velocity, refleksi, seismik

Oleh :

Dewo Kusumo1, Tati Zera2 dan Rahadian3

1Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

2Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

3Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 

ABSTRAK

Migrasi Seismik adalah suatu proses untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Hal ini disebabkan karena penampang seismik hasil stack belumlah mencerminkan kedudukan yang sebenarnya, karena rekaman normal incident belum tentu tegak lurus terhadap bidang permukaan, terutama untuk bidang reflektor yang miring.

Oleh : 

Dicky Prima Dimantikha1, Bambang Kun Cahyono2 dan M. Irfan3

1Jurusan Teknik Geodesi - Universitas Gadjah Mada

2Jurusan Teknik Geodesi - Universitas Gadjah Mada

Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 

ABSTRAK

Pemetaan laut, khususnya pemetaan batimetri merupakan keperluan dalam rangka penyediaan informasi spasial untuk kegiatan, perencanaan, dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan informasi di bidang kelautan. Seiring perkembangan zaman, pemetaan batimetri dapat dilakukan dengan berbagai teknologi dan metode.

Halaman 1 dari 2

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami