Written by  2016-05-13

Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Sumber Daya Ikan di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Selatan Jawa 2016

(1 Vote)

Indonesia adalah Negara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar, potensi ini dapat menjadi odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran.

Hal ini bukan sesuatu yang mustahil, sebab sektor perikanan merupakan salah satu sektor utama yang akan menghantarkan Indonesia sebagai negara yang maju dalam hal perekonomian di tahun 2030 jika potensi ini dikelola dengan optimal. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan sumber daya ikan yang lestari dan berkelanjutan.

Adapun langkah strategis yang perlu dilakukan salah satunya adalah dengan kajian survei laut terkait stok sumber daya ikan. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan ikan dan mencegah aktivitas penangkapan ikan berlebih (over fishing). Kajian stok sumber daya ikan menempati peringkat utama dalam langkah-langkah pengelolaan sumberdaya perikanan, dengan kajian ini nantinya dipergunakan sebagai landasan merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan secara akurat dan cermat.

Atas dasar itu Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2015 meresmikan Program Kajian Stok Nasional (PKSN) dan untuk merealisasikan program ini, KKP akan mensurvei laut nusantara yang meliputi 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara serentak dan melibatkan beberapa kapal penelitian Indonesia.

Pada kegiatan survei yang secara khusus meliputi wilayah WPP 572 (Samudera Hindia Barat Sumatera) dan WPP 573 (Samudera Hindia Selatan Jawa), Balai penelitian perikanan laut turut melibatkan pihak Balai Teknologi Survei Kelautan (TEKSURLA) – BPPT dengan pemanfaatan kapal riset Baruna Jaya IV. Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat digunakan untuk mengestimasi berapa banyak ikan yang ada di laut serta jenisnya dan berapa banyak ikan yang boleh diambil agar kelestarian sumber daya ikan di laut tetap terjaga.

 

Maksud dan Tujuan

Maksud kegiatan ini adalah untuk mengestimasi berapa banyak ikan yang ada di laut serta ragam jenisnya dan berapa banyak ikan yang boleh diambil agar kelestarian sumber daya ikan di laut tetap terjaga dengan optimal sebagai odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menujukemakmuran.

Tujuan kegiatan ini adalah:

  • Melakukan kajian dalam rangka meningkatkan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan secara revolusioner di Indonesia .
  • Untuk memastikan ketersediaan ikan dan mencegah aktivitas penangkapan ikan berlebih (over fishing).
  • Melakukan penghitungan atau pendugaan stok ikan untuk mendapatkan angka estimasi jumlah ikan yang ada di laut serta jenis sekaligus.

 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Leg 1: 28 April – 11 Mei 2016 di barat Sumatera
  • Sandar Padang 11 – 12 Mei 2016 di Pelabuhan Bungus
  • Leg 2:12 – 23 Mei 2016 di barat Sumatera, selatan Jawa hingga selatan Bali
  • Sandar Bali: 23– 24 Mei 2016 di Pelabuhan Tj. Benoa
  • Leg 3: 24 – 2 Juni 2016 di selatan Jawa (near shore)

Wahana Survei dan Peralatan Wahana yang digunakan dalam kegiatan ini adalah KR. Baruna Jaya IV dengan membawa peralatan survei sebagai berikut: Navigasi : F185, Multibeam : ELAC SeaBeam 1050D, CTD SeaBird SBE 911 Plus, Sampling Air : SBE 32 Carousel 12 bottle, Fish Finder EK 500/Simrad EY60, Plankton Net, Bottom Trawl, ADCP SoundTek, Imarsat, AWS (Aandera Weather Station), Grab/Box Score, Bonggo Net.

Read 2900 times Last modified on Jumat, 13 Mei 2016 10:47

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami