Written by  2021-07-14

Tim Survei Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) Lakukan Deployment Buoy Cilacap dan Observasi Data Buoy Selat Sunda

(0 votes)

Dalam rangka pembangunan sistem deteksi Tsunami dengan Buoy diperlukan serangkaian kegiatan teknis dan uji coba sebelum buoy dipasang secara permanen di lokasi pendeteksian. Setelah pemasangan/deployment buoy, tahap selanjutnya yaitu maintenance buoy, hal ini diperlukan untuk memastikan sistem pendeteksian tsunami berjalan dengan lancar. Pada tahun 2020, telah berhasil men-deploy 5 buah buoy tsunami (selat Sunda, Cilacap, Malang, dan Bali), 1 buah buoy Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pada tanggal 13 Juli 2021, tim survei Ina-TEWS yang terdiri atas berbagai unit kerja di BPPT, melakukan re-depolyment dan recovery buoy Cilacap dengan kode CXP dan buoy Selat Sunda dengan kode SUN. Re-deployment dan Recovery ini dilakukan karena ada kendala teknis pada buoy-bouy tersebut.  

Kegiatan deployment Buoy dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 27 Juli 2021. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 14 hari. Berikut merupakan lokasi Buoy SUN (B2) dan Buoy CXP (B3)

Lokasi Deployment Ina-Buoy SUN dan CPX

 

Armada yang digunakan untuk melakukan misi ini yaitu Kapal Baruna Jaya I yang dilengkapi dengan sensor  untuk pengukuran kedalaman di laut lepas, yaitu Multibeam Echosounder (MBES). Selain itu dilengkapi dengan peralatan pendukungnya lainya yang berupa alat penentuan posisi yang akurat, alat penentuan arah (heading), dan sensor pengukuran salinitas air laut guna diperoleh data kecepatan suara dalam kolom air.

Alat penentuan posisi yang digunakan adalah alat DGPS (differential GPS) yang dapat menghasilkan nilai posisi yang akurat di bawah 1 meter. Posisi yang akurat ini diperoleh dari koreksi global untuk master GPS receiver yang dipasang di KR Baruna Jaya I. Penentuan arah diperoleh dari alat gyrocompass dengan ketelitan di bawah 1o. Peralatan utama lainnya yang digunakan pada kegiatan recovery terdiri dari alat E-frame (Gantry), Winch dan Kapal Karet.

Jumlah personil yang mengikuti kegiatan ini yaitu sebanyak 48 orang, yang terdiri atas 27 saintis dan 21 orang kru.

Kegiatan Operasi Survei meliputi kegiatan lintas laut yang dimulai dari Pelabuhan Muara Baru menuju Cilegon. Operasi survei kemudian dilanjutkan dengan  pemetaan dan deployment pada lokasi buoy Cilacap (CPX). Lintasan dan lokasi  penempatan Buoy dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Lintasan Survei Kapal Baruna Jaya I

Koordinat Ina-Buoy dan data kedalam pada masing-masing lokasi:

  1. Buoy Cilacap (CXP), Jawa Tengah
    Lokasi: 08° 40’ 12” S, 108° 26” 20.4” E kedalaman 3565.00 m
  2. Buoy Selat Sunda (SUN)
    Lokasi: 6°56'15.44" S, 104°41'3.53” E kedalaman 2211 m 
Read 164 times Last modified on Minggu, 25 Juli 2021 11:55

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami