Berita

Berita (49)

Kepulauan Indonesia dicirikan sebagai wilayah yang memiliki suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)) paling hangat di dunia dan merupakan wilayah utama sistem perubahan iklim.  Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pola SST di Laut Indonesia sangat dipengaruhi oleh pencampuran vertikal yang diinduksi pasang-surut (selanjutnya disebut "Tidal Mixing"). Peran lain dari pencampuran pasang surut adalah mengubah karakter Indonesian Throughflow (ITF). Pencampuran pasang surut di Laut Indonesia sangat penting untuk prediksi sirkulasi lautan skala besar serta sirkulasi atmosfer global. Di Laut Indonesia, pengukuran mikrostruktur hampir tidak dilakukan sehingga distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut menjadi tidak pasti.

Dalam survei ini, untuk memperjelas distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut di perairan Indonesia, akan dilakukan pengukuran mikrostruktur menggunakan wahana survei K.R. Baruna Jaya IV langsung di perairan Indonesia terutama di hotspot pencampuran yang diperoleh dari hasi simulasi numerik tiga dimensi. Untuk mengidentifikasi wilayah hotspot untuk transformasi massa air, juga akan dilakukan pengukuran XCTD / CTD / LADCP untuk mengklarifikasi proses fisik untuk transformasi air ITF.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui distribusi dan besarnya pencampuran pasang surut di perairan Indonesia. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah pengukuran mikrostruktur menggunakan wahana survei K.R. Baruna Jaya IV langsung di perairan Laut Sulawesi dan Selat Makassar.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan operasi ini dilaksanakan mulai tanggal 6 – 17 Agustus 2019 yang dimulai dari Pelabuhan Bitung (Sulawesi Utara) menuju area survei di Laut Selawesi dan Selat Makasar serta berakhir di Pelabuhan Makasar (Sulawesi Selatan)

Lokasi Survei Jalur Pelayaran Pelabuhan Bitung (Sulawesi Utara) menuju area survei di Laut Selawesi dan Selat Makassar dan berakhir di Pelabuhan Makasar (Sulawesi Selatan)

Wahana dan Peralatan Survei

Wahana yang digunakan dalam kegiatan ini adalah KR. Baruna Jaya IV dengan peralatan yang digunakan dalam survei ini, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tipe dan Spesifikasi Peralatan Survei

No Peralatan Jumlah
1 DGPS Cnav 2050 1 set
2 CTD SBE 911 1 set
3 CTD SBE 19Plus V2 1 set
4 CTD Rinko ASTD102 1 set
5 Dongle hypack 6.2a 1 set
6 SBP Oretech 3010S 1 set
7 Vertical Microstructure Profiler eXpendable (VMP-X) 1 set
8 Vertical Microstructure Profiler 5500 (VMP- 5500) (Rockland Scientific International Inc.) 1 set
9 LADCP (lowered acoustic Doppler current profiler) (Teledyne RDI) 1 set
10 eXpendable Conductivity, Temperature, and Depth (XCTD) system (Tsurumi Seiki Co., Ltd.) 1 set

 

Personil yang terlibat dalam survei ini  meliputi 17 orang perekayasa, 6 orang teknisi, 5 orang peneliti, 1 orang paramedis, 1 orang security officer, 3 orang dari Tokyo University dan 22 orang kru kapal Baruna Jaya IV. Ketua Tim survei ini yaitu Handoko Manoto dan Anwar Latif, A.Md sebagai nakhoda.

Dalam dunia pertambangan, pembuangan limbah harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.  Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur.  PT Cahaya Mining Services (CMS) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan harus melakukan pengelolaan limbah pertambangan (tailing) agar tidak membahayakan lingkungan. Untuk itu diperlukan survei Environmental Baseline Assesment (EBA) untuk mengetahui karakteristik perairan di rencana lokasi pembuangan limbah.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah Republik Indonesia akan melaksanakan kegiatan Survei Landas Kontinen di Wilayah Utara Papua. Pelaksanaan tersebut akan diserahkan kepada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) melalui unit teknis Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) sebagai pelaksana kegiatan.

Balai Teksurla BPPT akan menyiapkan KR Baruna Jaya I untuk melaksanakan kegiatan survei pemetaan Landas Kontinen di perairan utara Papua. Survei pemetaan Landas Kontinen ini bertujuan untuk menyiapkan data primer batimetri untuk menentukan batas penambahan wilayah Landas Kontinen atau disebut Landas Kontinen Ekstensi (LKE) dengan metode FOS (foot of slope). Selain itu, survei ini juga untuk menyiapkan data primer batimetri untuk membuktikan bahwa daratan Papua itu menerus sampai ke Eauripik Rise di Samudera Pasifik yang sebagian besar sudah diusulkan sebagai penambahan Landas Kontinen dari masing-masing negara yang berbatasan di sekitar Eauripik Rise tersebut.

Setelah penandatanganan kontrak kerjasama pada 18 Maret 2019 lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui unit kerja Balai Teknologi Survei Kelautan melakukan upacara pelepasan KR Baruna Jaya I untuk memulai survei Landas Kontinen Ekstensi Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) di utara Papua.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui unit kerja Balai Teknologi Survei Kelautan bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia melaksanakan kegiatan survei pemetaan landasan kontinen atau Landas Kontinen Ekstensi (LKE) di Wilayah Utara Papua.

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami