Written by  2019-05-13

PENENTUAN HABITAT IKAN DEMERSAL BERDASARKAN RENTANG KEDALAMAN DAN JENIS SEDIMEN MENGGUNAKAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER

(0 votes)

Oleh

Dimas Rizqi Dwaiji1, Danar Guruh Pratomo2, Khomsin3, dan Dwi Haryanto4.

1,2,3 Teknik Geomatika - Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian -ITS

4 Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT

 

Abstrak

Potensi perikanan di Indonesia terdiri dari beberapa jenis, umumnya berupa ikan karang, pelagis besar dan kecil, lobster, udang, dan demersal. Salah satu cara mengoptimalisasi potensi jenis-jenis potensi perikanan tersebut adalah dengan mencari habitat ikan. Habitat ikan ini selanjutnya dapat digunakan sebagai daerah penangkapan ikan. Pada penelitian kali ini, habitat ikan demersal dicari berdasarkan preferensi ikan demersal. Adapaun jenis-jenis ikan demersal yang dicari habitatnya adalah ikan Petek, Beloso, Peperek, Kakap Merah, Kurisi, Kakap Putih, Lencam, dan Kuwe. Berdasarkan preferensi ikan demersal yang hidup di dasar laut dengan jenis sedimen tertentu, pendekatan secara akustik digunakan untuk menentukan kedalaman dan jenis sedimen yang menjadi  preferensi  beberapa  jenis  ikan  demersal.  Instrumen akustik yang digunakan pada penelitian kali ini adalah instrument Multibeam Echosounder (MBES). Data yang digunakan dari MBES adalah data batimetri dan hambur balik (backscatter strength). Data batimetri digunakan untuk mendapat nilai kedalaman dari lokasi penelitian, sedangkan data hambur balik diolah sehingga menghasilkan mosaik hambur balik dan angular response curve.

 

Angular response curve selanjutnya digunakan untuk klasifikasi jenis sedimen pada mosaik hambur balik, sehingga didapat jenis sedimen di area penelitian berupa lanau, lanau berpasir, pasir berlanau, dan pasir. Dilakukan pengirisan (intersection) dari data kedalaman dan persebaran sedimen berdasarkan preferensi kedalaman dan jenis sedimen ikan-ikan demersal. Area hasil irisan menunjukkan bahwa ikan Lutjanus campechanus (Kakap merah) memiliki habitat paling luas, yaitu 905.221,356 m2, sedangkan Lates calcarifer (Kakap putih) sebaliknya, yaitu 105.317,213 m2.

 

Kata kunci : Habitat, ikan demersal, hambur balik, batimetri

 

Read 111 times Last modified on Selasa, 14 Mei 2019 10:56

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami