baruna jaya

Dalam rangka melanjutkan diskusi pada acara “Workshop Optimalisasi Kapal Seismik Baruna Jaya II dalam mendukung Eksplorasi Migas Lepas Pantai di Indonesia” 14 April 2016 yang lalu, maka pada hari Selasa, 10 Mei 2016, Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pertemuan dengan Tim Blok Matindok PT. Pertamina EP di kantor PT. Pertamina EP, Gd. Standard Chartered Lt. 16, Jakarta.

Indonesia adalah Negara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar, potensi ini dapat menjadi odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran.

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian program pelayanan riset Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) BPPT dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tujuannya meningkatkan kerjasama antar instansi pemerintah dalam rangka optimalisasi penggunaan Kapal Riset Baruna Jaya BPPT di bidang pelayanan riset kelautan di Indonesia.

Kamis, 18 Februari 2016 09:47

Pelayaran InaPRIMA 2016

Kegiatan InaPRIMA (Indonesia Program initiative on Maritime Observation and Analysis) 2016 ini merupakan kelanjutan misi tahun sebelumnya, yang merupakan kerjasama antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan didukung oleh Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) BPPT.

Survei Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya dan Potensi Sumberdaya Ikan di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Selatan Jawa merupakan kerjasama antara Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT dengan Balai Penelitian Perikanan Laut (BPPL)-Kementrian Kelautan Perikanan (KKP). Survei ini dimulai tanggal 22 Sepember 2015 – 10 November 2015.

ASEAN Plus Three (ASEAN+3) Junior Science Odyssey (APT JSO) merupakan acara tahunan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak muda berusia 13-15 tahun. Program ini di bawah naungan ASEAN Plus Three (Jepang, Korea dan Cina) Committe on Science and Technology (ASEAN +3 COST). APT JSO I diselenggarakan pada tahun 2012 di Brunei Darussalam. APT JSO kali ini merupakan APT JSO IV yang diselenggarakan di Indonesia dengan BPPT, Kementrian Riset dan Teknologi, serta Kementrian Komunikasi dan Informatika sebagai penyelenggara.

Pada bulan Agustus tahun 2015 ini merupakan bulan yang sibuk untuk Balai Teknologi Survei Kelautan. Berbagai kegiatan dilaksanakan di bulan Agusutus 2015. Salah satunya adalah kegiatan Pengolahan Rumput Laut di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kelompok kegiatan Penerapan dan Pelatihan Teknologi Pengembangan SDA Kelautan Paska Panen/Tangkap dari program National Science & Technology Park Maritim Penajam Paser Utara (NSTP Maritim PPU), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan pelatihan pertama kepada kelompok pembudidaya rumput laut di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pada hari Minggu tanggal 28 Desember 2014 telah terjadi kecelakaan pesawat Air Asia tujuan Surabaya - Singapura dengan nomor penerbangan QZ-8501. Pesawat hilang kontak di atas perairan selat Karimata. Diduga pesawat tersebut jatuh ke laut di atas perairan selat Karimata akibat gangguan cuaca buruk. Menurut keterangan beberapa saksi mata, pesawat sempat terlihat terbang rendah di atas permukaan laut di selat Karimata.

Oleh :

Annisa Nurul Aini1, Rahadian2 dan Sutrisno3

1Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

2Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 3Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

 

ABSTRAK

Metode seismik refleksi memiliki tujuan utama yaitu memberikan informasi mengenai geologi bawah permukaan. Tujuan dari pengolahan data seismik adalah mengubah (memproses) data seismik lapangan menjadi penampang seismik. Data seismik lapangan adalah data mentah yang masih dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak mencerminkan kondisi bawah permukaan. Data yang digunakan dalam penelitian  ini adalah data sekunder dari BPPT pada  tahun 2009 pada daerah “Z” line 5 dan diolah menggunakan Software Promax 5000.0.1.0. Salah satu langkah penting dalam pengolahan data seismik adalah analisis  kecepatan atau  velocity analysis  yang pada pengolahan data seismik tahap ini merupakan tahap processing  dan  quality control. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai kecepatan yang akurat untuk memperoleh hasil  stacking  yang tepat. Nilai kecepatan yang tepat diperoleh setelah melakukan analisis kecepatan ketiga. Tabel hasil kecepatan menunjukkan pada CDP 241 time 1000 ms kecepatannya berkisar 2012,4 m/s. Hasil  stacking  pada analisis kecepatan ketiga memperlihatkan even reflektor yang lebih jelas dibandingkan dengan hasil  stacking  analisis kecepatan sebelumnya.

 

Kata Kunci: velocity analysis, CDP, stacking velocity, refleksi, seismik

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami