Written by  2014-02-27

Sejarah

(2 votes)

1980 : Penetapan pelaksanaan program Baruna Jaya untuk inventarisasi potensi sumber daya laut di Indonesia secara Mandiri oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prof Dr. Ing. BJ. Habibie.

1985 : Penandatanganan kontrak pengadaan Kapal Riset Baruna Jaya I, II dan III antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi(BPPT)–dengan Arteliers et Chantiers de la Manche(ACM)–Perancis tanggal 11 Februari 1985.

1986 : Penandatanganan addendum kontrak pada tanggal 30 Juli 1986. Kapal tersebut masing-masing mempunyai dedikasi sebagai Kapal Riset Oseanografi, Hidrooseanografi,Multipurpose Geologi-Geofisika.

1989 : Pembentukan Tim Pengelola Armada Kapal Riset/Survei Baruna Jaya yang dibentuk sesuai Kepmen Ristek Nomor : SK/1235/KA/BPPT/V/1989 tertanggal 5 Mei 1989 di bawah Program inventarisasi sumber daya laut yang dilaksanakan oleh Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Alam (Dit. Isda)-BPPT.

1989 : Penandatanganan kerjasama antara BPPT-TNI AL untuk pengoperasian K.R. Baruna Jaya dengan surat No : Sper/084/M/BPPT/J/X/1989 dan No : B/946/XI/1989, dan sebagai pelaksana adalah Dinas Hidro Oseanografi TNI AL(DISHIDROS).

1991 : Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Alam (Dit. Isda) diubah menjadi Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam(Dit.TISDA) dan Tim Pengelola Armada Kapal Riset Baruna Jaya didukung di Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Matra Laut (Subdit. TIMAL).

1992 : Direktorat Tisda membawahi Sub Direktorat Matra Laut yang mempunyai fungsi dan tugas melakukan Inventarisasi Sumberdaya Kelautan dengan bertujuan mendapatkan data dan informasi sumber kekayaan hayati dan non hayati  di seluruh Indonesia.

1993 : Penandatanganan kontrak pengadaan Kapal Riset Baruna Jaya IV antara BPPT dengan Sociate D’Armement Maritme et de Transports (SAMT)/Contructions Mecaniques de Normandie(CMN) pada tanggal 19 Oktober 1993 yang didekasikan untuk riset khusus perikanan dan oseanografi.

1998 : Terbentuknya UPT Baruna Jaya yang berada  di bawah koordinasi Kedeputian Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam. melalui Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT Nomer : 070/M/Kp/VII/1998 tertanggal 31 Juli 1998

1998-2000 : Krisis ekonomi dan tuntutan reformasi serta ketentuan-ketentuan konvensi dan regulasi kelautan internasional dalam operasional survei/riset memunculkan pemikiran pengawakan dan pengoperasian kapal riset Baruna Jaya secara sipil.

2004 : Berdasarkan persetujuan Menpan Nomor : B/569/M.OAN/3/2004 tanggal 25 Maret 2004 dan keputusan Kepala BPPT Nomor : 046/Kp/KA/IV/2004 tertanggal 21 April 2004, UPT Baruna Jaya digantikan dengan unit kerja baru yang disebut Balai Teknologi Survei Kelautan–BPPT.

 

Read 4306 times Last modified on Selasa, 19 April 2016 13:17

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami