Written by  2016-09-09

Survei Fish Stock Assessment di Selat Makassar(WPP 713) dan Perairan Arafuru (WPP 718)

(0 votes)

Kajian stok sumber daya perikanan menempati peringkat utama dalam langkah-langkah pengelolaan sumberdaya, kajian ini nantinya dapat dipergunakan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan secara cermat dan akurat.

Kegiatan survei yang juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik biologi perikanan, habitat sumber daya dan potensi sumberdaya ikan di Selat Makassar dan Perairan Arafura merupakan salah satu cara untuk memastikan ketersediaan sumber daya perikanan dan mencegah aktivitas penangkapan yang berlebih (over fishing). 

Sebagai upaya untuk mendukung kegiatan tersebut, BPPT melalui Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) akan terlibat untuk melaksanakan kegiatan survei dengan menggunakan wahana KR Baruna Jaya IV, yang dimulai pada tanggal 6 September – 25 Oktober 2016. Kegiatan ini  merupakan salah satu bentuk pelayanan jasa teknologi survei kelautan yang berbasis pada rangkaian eksplorasi potensi dan sebaran spasial sumberdaya ikan, oseanografi, dan biologi dari Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) – BPPT kepada Balai Penelitian Perikanan Laut (BPPL) Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. 

Waktu dan pelaksaan kegiatan

Kegiatan ini direncanakan terbagi menjadi 3 leg survei berdasarkan waktu sandarnya

Leg 1 : 6 – 22 September di Selat Makasar

Sandar: 23-24 September 2016di Makasar, Sulawesi Selatan

WPP 713

Leg 2 : 24 September – 7 Oktober 2016 di Perairan Arafura

Sandar: 7 – 8 Oktober 2016di Timika, Papua barat

Leg 3 : 8 – 25 Oktober 2016 di Laut Flores

Secara umum metoda yang digunakan pada kegiatan survei ini menitikberatkan kepada pengambilan sampel dan pengukuran data lapangan seperti contohnya : Akustik : Biomassa, kepadatan stok, Trawling : swept area method, substrat, dan Oseanografi : CTD, Chl-a, arus, larva, fitoplankton, zooplankton secara in situ dari batas wilayah studi yang telah ditetapkan melalui sebaran stasiun di Selat Makassar yang merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan 513 (WPP 513) dan Perairan Arafuru yang merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan 518 (WPP 518).

 

 

Read 832 times Last modified on Kamis, 16 Maret 2017 10:25

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami