Written by  2018-11-03

Kronologi Penemuan Black Box Lion Air JT610 dari Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT

(0 votes)

Rabu, 31 Oktober 2018 sekitar pukul 10.20 WIB, tim SAR Gabungan yang berada di Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT yang terdiri atas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan SAR Nasional (Basarnas), dan tim survei BPPT menemukan objek penting di area yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

Objek penting tersebut berupa citra sonar yang diperoleh dari data Side Scan Sonar dan hasil pengukuran Multibeam Echosounder Teledyne Hydrosweep DS yang terpasang permanen di hull KR Baruna Jaya I.

 Diskusi temuan objek dari Side Scan Sonar

 

Objek yang terlihat dari data citra Side Scan Sonar

Hasil interpretasi dari objek penting tersebut adalah:

  • Berupa benda keras, terlihat dari berkas pantulan sonar dengan reflektivitas tinggi (high reflectivity)
  • Berupa kumpulan benda logam dengan area yang cukup besar
  • Bukan berupa gundukan karena bentuk topografi dari hasil multibeam berupa permukaan datar

Kesimpulan sementara, objek penting tersebut berupa hamparan benda keras atau bisa dikatakan bagian lempengan logam dari badan pesawat, dan diperkirakan black box ada di sekitar objek penting tesebut. Untuk memastikan keberadaan black box ada di sekitar area tersebut, tim survei BPPT melakukan validasi dengan menggunakan transponder Ultra Short Baseline (USBL) yang dapat mendengarkan sinyal akustik yang dipancarkan secara kontinyu dari black box dengan frekuensi 37.5 kHz. Hasilnya, USBL menangkap sinyal akustik dari 2 black box di dasar laut, kemudian ditandai dengan titik EMA dan EMB.

USBL menangkap sinyal akustik black box

Sekitar pukul 12.10 WIB, tim SAR Gabungan menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memastikan temuan objek penting tersebut. Harapannya, sinyal akustik yang diterima dari black box menunjukkan bahwa keberadaan black box di lokasi yang dimaksud memang benar-benar ada dan dapat terlihat secara visual melalui kamera ROV.

Proses Penurunan ROV

Pukul 12.18 WIB, hasil penelusuran ROV yang bergerak di permukaan dasar laut diperoleh gambar video yang diduga bagian dari pesawat Lion Air JT-610 di kedalaman sekitar 30 meter.

Pemantauan Video ROV

Pukul 13.35 WIB, tim penyelam dari TNI AL melakukan koordinasi dan briefing di atas KR Baruna Jaya I. Para penyelam diarahkan agar menuju objek yang ditunjukkan oleh gambar video ROV. Sementara para penyelam lainnya juga melakukan penyelaman di tempat yang berbeda-beda.

Briefing sebelum dilakukan penyelaman

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. bersama Kepala Basarnas M. Syaugi, melakukan inspeksi untuk melihat temuan objek hasil gambar video ROV di KR Baruna Jaya I.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT memberikan penjelasan mengenai temuan objek kepada Panglima TNI dan Kepala Basarnas

Pukul 16.30 WIB dilakukan penyelaman kembali oleh pasukan Intai Amfibi TNI AL di lokasi yang diperkirakan ada objek penting.

Penyelaman

Pencarian tidak masimal karena terkendala kencangnya arus bawah laut, sehingga penyelaman dilanjutkan keesokan harinya.

 

Kamis, 1 November 2018

Pukul 07.00 WIB, ROV dan penyelam diturunkan, penyelam dilengkapi dengan ping locator milik KNKT untuk memudahkan pencarian black box.

Sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu tim penyelam TNI-AL membawa benda penting yang ditemukan di dasar laut ke KR Baruna Jaya I. Benda penting tersebut diperkirakan black box milik pesawat Lion Air JT-610. Pada saat itu, Kepala Basarnas hadir di KR Baruna Jaya I sehingga dapat memantau benda yang dianggap black box tersebut.

Kepala Basarnas, M. Syaugi mengamati video ROV dari ruang scientist KR Baruna Jaya I

Pukul 10.30 WIB, tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, KNKT, TNI AL, dan BPPT berkumpul di Lounge Room KR Baruna Jaya I untuk melihat benda yang dianggap black box tersebut hasil temuan penyelam. Setelah diselidiki dengan seksama oleh tim KNKT, benda penting tersebut dipastikan berupa salah satu bagian dari sistem black box. Selanjutnya benda tersebut langsung diserahkan ke Basarnas, dan langsung disimpan oleh tim KNKT untuk diamankan di KR Baruna Jaya I.

KNKT menyatakan masih ada bagian black box lainnya, dan secara keseluruhan black box terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Black box yang ditemukan tersebut belum diketahui apakah berupa FDR ataukah CVR, sehingga perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut. Sementara black box yang satunya lagi harus dicari kembali di dasar laut.

Salah satu bagian dari Black box Lion Air JT610

Pukul 12.30 WIB dilakukan konferensi pers oleh Kepala Basarnas M. Syaugi, didampingi oleh KNKT, dan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, Dr. M. Ilyas, langsung di atas KR Baruna Jaya I BPPT. Dalam konferensi pers tersebut Kepala Basarnas menyatakan bahwa benda penting yang ditemukan oleh penyelam TNI-AL adalah black box. Namun masih ada black box lainnya lagi yang harus dicari kembali oleh para penyelam tim SAR Gabungan.

Suasana konferensi pers di atas KR Baruna Jaya I(1)

 

Suasana konferensi pers di atas KR Baruna Jaya I(2)

Pada sore hari, pukul 16.00 WIB, black box dibawa ke Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta. Untuk selanjutnya diserahkan ke Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.(Muhammad Irfan/3448)

Read 172 times Last modified on Kamis, 06 Desember 2018 09:26

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami