Written by  2018-10-05

K.R. Baruna Jaya I dalam Bakti Teknologi Bencana Gempa dan Tsunami Donggala – Palu

(1 Vote)

Gempa dan Tsunami yang terjadi pada hari Jumat, 28 September 2018 di Donggala dan Palu-Sulawesi Tengah dengan kekuatan 7,4 Skala Richter (SR) menyebabkan banyak korban.

Untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar) bersinergi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) serta Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) mengumpulkan donasi untuk para korban. Donasi ini dikirim menggunakan kapal Baruna Jaya I. Pengumpulan donasi dilakukan mulai tanggal 1 – 3 Oktober 2018. Pada tanggal 3 Oktober 2018 pukul 21.00 WIB, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan melepas kapal Baruna Jaya I di pelabuhan Tanjung Priok.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman berada di KR Baruna Jaya I

Kapal Baruna Jaya I ini membawa 2 misi yaitu mengirimkan bantuan untuk para korban dan melakukan riset terkait bencana gempa dan tsunami. Riset yang akan dilakukan berupa survei bathimetri,survei Conductivity, Temperature dan Depth (CTD) serta monitoring perairan bawah dan dasar laut di perairan Palu dan Donggala menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV). Jalur rencana operasi survei bakti teknologi dapat dilihat pada gambar di bawah :

lintasan pelayaran KR Baruna Jaya I

Baruna Jaya I ini membawa 78 personil, yang mana 63 personil berangkat dari Jakarta terdiri atas, 19 orang saintis, 22 orang relawan dan 22 orang ABK. 15 orang akan berangkat dari Balikpapan yang terdiri atas scientis dari berbagai pusat dan instansi, antara lain dari Pusat Teknologi Pengurangan Risiko Bencana (PTRRB), Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim (PTRIM), Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah (PTPSW), LIPI, Universitas Hasanuddin, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian ESDM. Operasi Bakti Teknologi ini diketuai oleh Tris Handoyo (Perekayasa Muda Balai Teksurla).Survei ini akan dilakukan selama 20 hari, dimulai pada tanggal 4 Oktober 2018 dan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2018.

Read 260 times Last modified on Rabu, 10 Oktober 2018 11:25

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami