Written by  2017-11-07

Survei Fish Stock KKP di Selat Karimata dan Laut Natuna

(0 votes)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Balai Riset Perikanan Laut (BRPL), pada 2 November 2017 di Pelabuhan Nizam Zachman,MuaraBaru-Jakarta telah menyelenggarakan acara pelepasan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam rangka pelayanan jasa survey untuk Program Kajian Stok Nasional/PKSN Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2 – 24 November 2017 di Selat Karimata dan Natuna. Hadir pada acara tersebut antara lain Staf Ahli Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Dr. Yusuf Surrachman,Kepala Balai Riset Perikanan dan Kelautan/BRPL KKP, Dr. Fayakun Satria, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Rahmat Irawan, A.Pi, M.M., GM Perum Perikanan Indonesia, Kol Laut (P) Eko Hedriyadi, KaptenKapal BJ IV, Ishak Ismail,tim survey KKP dan BPPT, Humas BPPT dan para wartawan.

 

Dalam sambutannya, Dr. Yusuf Surrachman menyatakan bahwa BPPT yang mengelola 4 Kapal Baruna Jaya memiliki banyak pengalaman dalam berbagai survei laut termasuk Perikanan, juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan KKP untuk menggunakan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam program ini.

Dr. Fayakun menginformasikan bahwa program ini berupa “Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumber Daya Dan Potensi Sumberdaya Ikan Di WPP 711 (Selat Karimata Dan Laut Natuna) “ yang merupakan program prioritas Indonesia, dimana Menteri KKP Ibu Susi sangat mendukung, antara lain karena turunnya stok ikan di Laut Cina Selatan. KKP sangat mempercayai BPPT dengan berbagai pengalamannya mengelola kapal Baruna Jaya IV yang khusus untuk riset Perikanan.Maksud kegiatan ini adalah untuk mengestimasi berapa banyak ikan yang ada di laut serta ragam jenisnya dan berapa banyak ikan yang boleh diambil agar kelestarian sumberdaya ikan di laut tetap terjaga dengan optimal sebagai odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 23 hari, dibagi dalam 2 Leg yaitu Leg 1 selama 10 hari, kemudian sandar di Batam 2 hari, dilanjutkan dengan Leg 2 selama 11 hari. Peralatan yang digunakan antara lain Bottom Trawl, Fish Finder EK 500 dan Plankton Net.Personil dalam kegiatan ini melibatkan sejumlah peneliti, perekayasa, teknisi (15 orang),dan kru kapal (23 orang) dari Balai Teksurla - BPPT serta dari Balai Riset Perikanan Laut– KKP (17 orang).

 

Read 460 times Last modified on Selasa, 09 Januari 2018 14:22

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6
Login to post comments

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami