Berita

Berita (40)

Dalam rangka pembekalan CPNS Balai Teksurla BPPT 2017, pada hari Rabu 14 Februari 2018, 5 orang CPNS Balai Teksurla BPPT berkunjung ke 3 kapal R.V. Baruna Jaya yaitu Baruna Jaya I,II, dan IV. Tujuan kunjungan CPNS Balai Teksurla 2017 ke kapal R.V. Baruna Jaya adalah untuk lebih mengenal secara langsung 4 kapal survei yang dimiliki BPPT. Acara diawali dengan kunjungan ke kapal Baruna Jaya I yang merupakan kapal spesialisasi untuk survei batimetri dan hidro-oseanografi.

Program kunjungan diawali dengan mengunjungi ruangan yang merupakan lounge bagi para crew dan scientist di kapal Baruna Jaya I. Setelah itu, para CPNS diberikan pengenalan alat-alat survei dan peralatan kontrol navigasi yang berada di bridge kapal. Selanjutnya para CPNS di bawa keruang akomodasi untuk crew dan scientist kapal Baruna Jaya I untuk lebih memperkenalkan CPNS tentang fasilitas akomodasi apa saja yang ada di kapal Baruna Jaya I. Selain itu, para CPNS juga mengunjungi Transceiver multibeam pada kapal Baruna Jaya I yang baru saja dipasang pada tahun 2017. Kamar mesin merupakan tempat terakhir yang dikunjungi di kapal Baruna Jaya I dimana permasalahan propulsi adalah salah satu permasalahan yang terjadi di kapal Baruna Jaya I penting dimana kecepatan kapal hanya 7 knot, sedangkan service speed yang harus dipenuhi adalah 12 knot. “Permasalahan kecepatan pada Kapal Baruna Jaya I ini adalah salah satu tantangan kepada para CPNS 2017, harus diadakan kajian secara akademis untuk meningkatkan kecepatan kapal Baruna Jaya I”, ungkap Dr. M.Ilyas Kepala Balai Teksurla BPPT.

Setelah berkunjung ke kapal Baruna Jaya I, para CPNS dibawa menuju kapal Baruna Jaya IV dimana kapal tersebut mempunyai perbedaan pada bagian buritan yang dimodifikasi untuk mengakomodasi kegiatan survei fish-stock assessment. Secara disain kapal Baruna Jaya IV mempunyai draft yang lebih pendek dari kapal Baruna Jaya lainnya , namun hal tersebut diakomodir dengan breadth yang lebih lebar untuk menjaga kestabilan kapal. Setelah mengunjungi kapal Baruna Jaya IV secara singkat, para CPNS berpindah ke kapal Baruna Jaya II untuk melihat peralatan survei seismik yang khusus hanya ada di Kapal Baruna Jaya II. Diharapkan dengan adanya kunjungan ke 3 Kapal Baruna Jaya, para CPNS dapat langsung mendapatkan gambaran untuk mengeluarkan ide-ide baru dalam upaya peningkatan performance dan kemampuan survei kapal Baruna Jaya.

Ditulis oleh : Dwitya Harits Waskito

 

 

 

Tanjung Tengah, Penajam. 9 Februari 2018. 

Air minum adalah kebutuhan dasar manusia. Sulitnya mendapatkan kualitas air layak minum bagi penduduk pesisir pantai, oleh karena itu pada tahun 2015 Balai Teknologi Survei Kelautan membeli Seperangkat Alat Penjernih Air dengan sistem Reverse Osmosis melalui program NSTP-Maritim sebagai bentuk pemberdayaan dan pengabdian masyarakat. Sejak pembelian hingga Februari 2018 Air Siap Minum (Arsinum) masih merupakan aset Balai Teksurla. Untuk mengoptimalkan operasional dan pemeliharaan alat ini, pada tanggal 9 Februari 2018 dijadikan momen serah terima Barang Milik Negara (BMN) berupa Arsinun di Kantor Kelurahan Karang Tengah. Acara dihadiri oleh Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Bapak KH. Alimudin, Prof.Dr. Wimpie Agoeng selaku Deputi TPSA-BPPT, Dr. M.Ilyas Kepala Balai Teknologi -BPPT, Ibu Andi sekretari umum kelurahan Karang Tengah dan Ibu Yuli Astuti perwakilan dari KPKNL Jakarta II.

Wimpie Agoeng dalam sambutannya mengatakan" arsinum diadakan dari dana pemerintah, arsinum adalah aset negara yang dalam penyerahannya perlu proses disetujui kementrian keuangan. Setelah secara dokumen resmi baru bisa diserahkan. hal ini yg menjadi latar belakang kita berkumpul dalam acara ini.Harapannya arsinum dapat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan air utk dikonsumsi masyarakat Pemkab Penajam Passer Utara. Arsinum ini memiliki kapasitas 5000 liter/hari yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi air warga di kelurahan Karang Tengah".

H. Alimudin juga menyampaikan dalam sambutannya yang mengharapkan penyerahan Alat juga tidak terlepas dari aspek 5Mnya,yakni Man, Money, Method, Machine, dan Market perlu dipikirkan agar Arsinum yang sudah diterima dapat bekerja optimal sesuai semangat dasar BPPT dalam perencanaan pengadaannya.

Acara diakhiri dengan peninjauan langsung kondisi fisik Alat penjernih Arsinum dan mencoba air hasil dari Alat penjernihan Arsinum.

 

(Tanjung Pinang, 9 November 2017). Balai Teknologi Survei Kelautan (BTeksurla) ikut berpartisipasi dalam even tahunan Ikatan Sarjana Oseanografi Indinesia (ISOI) ke-14 di tanjung Pinang,Kepulaunan Riau selama 2 hari 9-10 November 2017. Tema yang dipilih pada tahun ini adalah “Peran ISOI dalam Implementasi Suistainable Development Goals (SDGs)Maritim Indonesia”.

Ketua Panitia PIT XIV & Kongres X ISOI, Dr. T. Rameyo Adi mengatakan, “PIT ISOI 2017 diramaikan oleh 202 abstrak dari para peneliti dan praktisi kelautan di Indonesia dan 7 stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, UKM, LSM dan Universitas. Semua abstrak dikategorikan dalam bidang kajian masing-masing dan dipresesntasikan dalam presentasi penuh (full presentation) yang terdiri dari lima sesi paralel selama dua hari”.

Stand pameran Balai Teksurla kali ini mengangkat tema Teknologi Kelautan untuk Bangsa dengan 5 prioritas kegiatan diantaranya Multibeam Laut Dalam K.R. Baruna Jaya I, Kapal Seismik K.R. Baruna Jaya II, Keterlibatan dalam Program Nasional (Palapa Ring), Aplikasi Teknologi dalam kebijakan di Pelabuhan Indonesia dan Inovasi Teknologi Buoy.

Stand Pameran diramaikan oleh para mahasiswa-mahasiswa setempat yang antusias terhadap Teknologi – teknologi yang dimiliki oleh Balai Teksurla. Beberapa dari mereka juga sangat tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan Balai Teksurla seperti dapat ikut dalam pelayaran di perairan laut menggunakan K.R. Baruna jaya atau pun studi Tugas akhir dan Magang di Balai Teksurla.

Suasana saat pameran ISOI XIV 2017. Stand diramaikan oleh mahasiswa yang antusias mengetahui Teknologi Balai Teksurla.

Suasana saat pameran ISOI XIV 2017. Stand diramaikan oleh mahasiswa yang antusias mengetahui Teknologi Balai Teksurla.

Target dari keikutsertaan Balai teksurla-BPPT dalam pameran di PIT ISOI XIV 2017 adalah dapat memperkenalkan BPPT dengan produk-produk teknologi Balai Teknologi Survei Kelautan. Dengan ikut serta dalam Pameran di berbagai even, harapannya wawasan teknologi kelautan di lingkup akademis, bisnis dan pemerintah akan bertambah.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Balai Riset Perikanan Laut (BRPL), pada 2 November 2017 di Pelabuhan Nizam Zachman,MuaraBaru-Jakarta telah menyelenggarakan acara pelepasan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam rangka pelayanan jasa survey untuk Program Kajian Stok Nasional/PKSN Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2 – 24 November 2017 di Selat Karimata dan Natuna. Hadir pada acara tersebut antara lain Staf Ahli Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Dr. Yusuf Surrachman,Kepala Balai Riset Perikanan dan Kelautan/BRPL KKP, Dr. Fayakun Satria, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Rahmat Irawan, A.Pi, M.M., GM Perum Perikanan Indonesia, Kol Laut (P) Eko Hedriyadi, KaptenKapal BJ IV, Ishak Ismail,tim survey KKP dan BPPT, Humas BPPT dan para wartawan.

 

Dalam sambutannya, Dr. Yusuf Surrachman menyatakan bahwa BPPT yang mengelola 4 Kapal Baruna Jaya memiliki banyak pengalaman dalam berbagai survei laut termasuk Perikanan, juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan KKP untuk menggunakan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam program ini.

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami