Berita

Berita (44)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui unit teknisnya Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) merupakan institusi yang mengelola empat buah kapal riset, Baruna Jaya I, II, III dan IV, memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk negara.

Kajian stok sumber daya perikanan menempati peringkat utama dalam langkah-langkah pengelolaan sumberdaya, kajian ini nantinya dapat dipergunakan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan secara cermat dan akurat.

Dalam rangka melanjutkan diskusi pada acara “Workshop Optimalisasi Kapal Seismik Baruna Jaya II dalam mendukung Eksplorasi Migas Lepas Pantai di Indonesia” 14 April 2016 yang lalu, maka pada hari Selasa, 10 Mei 2016, Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pertemuan dengan Tim Blok Matindok PT. Pertamina EP di kantor PT. Pertamina EP, Gd. Standard Chartered Lt. 16, Jakarta.

Indonesia adalah Negara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar, potensi ini dapat menjadi odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran.

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian program pelayanan riset Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) BPPT dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tujuannya meningkatkan kerjasama antar instansi pemerintah dalam rangka optimalisasi penggunaan Kapal Riset Baruna Jaya BPPT di bidang pelayanan riset kelautan di Indonesia.

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami