Artikel

Artikel (8)

Oleh :

Annisa Nurul Aini1, Rahadian2 dan Sutrisno3

1Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

2Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 3Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

 

ABSTRAK

Metode seismik refleksi memiliki tujuan utama yaitu memberikan informasi mengenai geologi bawah permukaan. Tujuan dari pengolahan data seismik adalah mengubah (memproses) data seismik lapangan menjadi penampang seismik. Data seismik lapangan adalah data mentah yang masih dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak mencerminkan kondisi bawah permukaan. Data yang digunakan dalam penelitian  ini adalah data sekunder dari BPPT pada  tahun 2009 pada daerah “Z” line 5 dan diolah menggunakan Software Promax 5000.0.1.0. Salah satu langkah penting dalam pengolahan data seismik adalah analisis  kecepatan atau  velocity analysis  yang pada pengolahan data seismik tahap ini merupakan tahap processing  dan  quality control. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai kecepatan yang akurat untuk memperoleh hasil  stacking  yang tepat. Nilai kecepatan yang tepat diperoleh setelah melakukan analisis kecepatan ketiga. Tabel hasil kecepatan menunjukkan pada CDP 241 time 1000 ms kecepatannya berkisar 2012,4 m/s. Hasil  stacking  pada analisis kecepatan ketiga memperlihatkan even reflektor yang lebih jelas dibandingkan dengan hasil  stacking  analisis kecepatan sebelumnya.

 

Kata Kunci: velocity analysis, CDP, stacking velocity, refleksi, seismik

Oleh :

Dewo Kusumo1, Tati Zera2 dan Rahadian3

1Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

2Program Studi Fisika - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

3Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 

ABSTRAK

Migrasi Seismik adalah suatu proses untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya berdasarkan lintasan gelombang. Hal ini disebabkan karena penampang seismik hasil stack belumlah mencerminkan kedudukan yang sebenarnya, karena rekaman normal incident belum tentu tegak lurus terhadap bidang permukaan, terutama untuk bidang reflektor yang miring.

Oleh : 

Dicky Prima Dimantikha1, Bambang Kun Cahyono2 dan M. Irfan3

1Jurusan Teknik Geodesi - Universitas Gadjah Mada

2Jurusan Teknik Geodesi - Universitas Gadjah Mada

Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 

ABSTRAK

Pemetaan laut, khususnya pemetaan batimetri merupakan keperluan dalam rangka penyediaan informasi spasial untuk kegiatan, perencanaan, dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan informasi di bidang kelautan. Seiring perkembangan zaman, pemetaan batimetri dapat dilakukan dengan berbagai teknologi dan metode.

Oleh :

Dr. Imam Mudita, M.Sc.

 

Abstract

This paper introduces issues in trend of Surveying and Mapping Education, which are inter-related with Professional Competence of Surveyor in modern world. This is also Identifying professional competence for surveyor and pin-point the role of Professional organizations in implementing surveyor’s demand (qualification) and need (mobility) within their professional activities and the concept of lifelong learning.

Oleh :

Teguh Fayakun Alif 1, Afif Widaryanto2

1Staf  Pusat Pemetaan Dasar Kelautan dan Kedirgantaraan (PDKK) – BAKOSURTANAL

2Staf Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT

 

Abstrak

Berdasarkan ketentuan oleh United Nation Convention on the Of the Sea (UNCLOS) tahun 1982, Negara Indonesia sebagai negara Kepulauan mempunyai kesempatan untuk menarik batas terluar Landas Kontinen di luar garis 200 mil laut dari garis pangkal.

Halaman 1 dari 2

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami