Berita

Berita (46)

(Tanjung Pinang, 9 November 2017). Balai Teknologi Survei Kelautan (BTeksurla) ikut berpartisipasi dalam even tahunan Ikatan Sarjana Oseanografi Indinesia (ISOI) ke-14 di tanjung Pinang,Kepulaunan Riau selama 2 hari 9-10 November 2017. Tema yang dipilih pada tahun ini adalah “Peran ISOI dalam Implementasi Suistainable Development Goals (SDGs)Maritim Indonesia”.

Ketua Panitia PIT XIV & Kongres X ISOI, Dr. T. Rameyo Adi mengatakan, “PIT ISOI 2017 diramaikan oleh 202 abstrak dari para peneliti dan praktisi kelautan di Indonesia dan 7 stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, UKM, LSM dan Universitas. Semua abstrak dikategorikan dalam bidang kajian masing-masing dan dipresesntasikan dalam presentasi penuh (full presentation) yang terdiri dari lima sesi paralel selama dua hari”.

Stand pameran Balai Teksurla kali ini mengangkat tema Teknologi Kelautan untuk Bangsa dengan 5 prioritas kegiatan diantaranya Multibeam Laut Dalam K.R. Baruna Jaya I, Kapal Seismik K.R. Baruna Jaya II, Keterlibatan dalam Program Nasional (Palapa Ring), Aplikasi Teknologi dalam kebijakan di Pelabuhan Indonesia dan Inovasi Teknologi Buoy.

Stand Pameran diramaikan oleh para mahasiswa-mahasiswa setempat yang antusias terhadap Teknologi – teknologi yang dimiliki oleh Balai Teksurla. Beberapa dari mereka juga sangat tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan Balai Teksurla seperti dapat ikut dalam pelayaran di perairan laut menggunakan K.R. Baruna jaya atau pun studi Tugas akhir dan Magang di Balai Teksurla.

Suasana saat pameran ISOI XIV 2017. Stand diramaikan oleh mahasiswa yang antusias mengetahui Teknologi Balai Teksurla.

Suasana saat pameran ISOI XIV 2017. Stand diramaikan oleh mahasiswa yang antusias mengetahui Teknologi Balai Teksurla.

Target dari keikutsertaan Balai teksurla-BPPT dalam pameran di PIT ISOI XIV 2017 adalah dapat memperkenalkan BPPT dengan produk-produk teknologi Balai Teknologi Survei Kelautan. Dengan ikut serta dalam Pameran di berbagai even, harapannya wawasan teknologi kelautan di lingkup akademis, bisnis dan pemerintah akan bertambah.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Balai Riset Perikanan Laut (BRPL), pada 2 November 2017 di Pelabuhan Nizam Zachman,MuaraBaru-Jakarta telah menyelenggarakan acara pelepasan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam rangka pelayanan jasa survey untuk Program Kajian Stok Nasional/PKSN Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2 – 24 November 2017 di Selat Karimata dan Natuna. Hadir pada acara tersebut antara lain Staf Ahli Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Dr. Yusuf Surrachman,Kepala Balai Riset Perikanan dan Kelautan/BRPL KKP, Dr. Fayakun Satria, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Rahmat Irawan, A.Pi, M.M., GM Perum Perikanan Indonesia, Kol Laut (P) Eko Hedriyadi, KaptenKapal BJ IV, Ishak Ismail,tim survey KKP dan BPPT, Humas BPPT dan para wartawan.

 

Dalam sambutannya, Dr. Yusuf Surrachman menyatakan bahwa BPPT yang mengelola 4 Kapal Baruna Jaya memiliki banyak pengalaman dalam berbagai survei laut termasuk Perikanan, juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan KKP untuk menggunakan Kapal Baruna Jaya IV BPPT dalam program ini.

Dalam rangka rencana pembangunan National Science and Technology Park / NSTP Maritim PPU, pada hari Rabu 25 Oktober 2017, Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan agenda Presentasi In-Depth Feasibility Study oleh Agence Francaise de Developpement/AFD di Gedung II BPPT di jl. MH Thamrin 8, Jakarta. Rakor dipimpin oleh Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah BPPT Ir Yudi Anantasena MSc. dan dihadiri oleh instansi terkait yaitu dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Perencana Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI, Badan Informasi Geospatial/BIG, Agence Francaise de Developpement/AFD dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Penajam Paser Utara Kaltim.

Kamis, 28 September 2017 15:42

Kerjasama Kemaritiman BPPT dengan BAKAMLA

Written by

Pada hari Selasa tanggal 26 September 2017 pukul 14.30, telah dilaksanakan penanda tanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU)  “ PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI KEMARITIMAN “ antara Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi oleh Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Ari Soedewo SE, MH dan Kepala BPPT Dr.Ir. Unggul Priyanto MSc. di Kantor BAKAMLA, Jl. Dr. Soetomo, Jakarta Pusat.

FGD NSTP Maritim ini diselenggarakan oleh Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT pada tanggal 15 Agustus 2017, di ruang komisi 2 dan 3, gedung II BPPT – Jakarta.  Kepala BPPT Dr.Ir. Unggul Priyanto MSc. memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.

Kami Menanti Anda

Sebuah kehormatan bagi kami apabila dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan untuk memperluas jaringan kerja dalam rangka meningkatkan pengkajian dan penerapan teknologi survei kelautan serta layanan jasa yang kami tawarkan.

hubungi kami